Warga Harapkan Jembatan Darurat Segera Dibangun untuk Akses Warga
Pembangunan Jembatan Karanglewas Jatilawang Jadi Sorotan, Warga Harapkan Jembatan Darurat Segera Dibangun
BANYUMAS JATENG– Pembangunan jembatan penghubung di wilayah Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, mulai menuai sorotan masyarakat. Selain terganggunya akses aktivitas warga, muncul pula sejumlah informasi mengenai dugaan penjualan material sisa pekerjaan konstruksi yang perlu mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait.
Jembatan yang berada di jalur Jalan Pramuka, kawasan Sungai Lonpasir, tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat, termasuk jalur menuju SD Negeri 1 Karanglewas.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari warga, sejak pembangunan jembatan baru dikerjakan, masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari lantaran belum tersedianya jembatan darurat atau akses sementara yang memadai.
Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat jalur tersebut tidak hanya digunakan masyarakat untuk kepentingan mobilitas sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan akses pendidikan bagi para siswa.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi teknis terkait segera mengambil langkah konkret dengan menyediakan jembatan darurat yang aman dan layak dilalui, sembari menunggu penyelesaian pembangunan jembatan permanen.
“Harapannya segera dibuatkan jembatan darurat agar aktivitas masyarakat dan akses anak-anak sekolah tidak terus terganggu,” demikian aspirasi warga yang disampaikan kepada awak media.
Di sisi lain, informasi awal yang diterima redaksi juga menyebutkan adanya dugaan penjualan besi bekas bongkaran jembatan lama oleh pihak pelaksana pekerjaan.
Selain itu, kondisi tiang pancang atau paku bumi disebut-sebut mengalami penurunan atau ambles. Informasi tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Tak hanya itu, muncul pula dugaan penjualan sisa hasil pengecoran dan material tanah urugan kepada masyarakat sekitar dengan biaya sekitar Rp200.000 per kendaraan.
Kebenaran informasi tersebut, termasuk status material, pihak penerima pembayaran, dan mekanisme pemanfaatannya, masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Awak media MitraPolri berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi pembangunan, akses masyarakat, serta keterangan pihak pelaksana dan instansi terkait.
Redaksi juga akan meminta klarifikasi mengenai identitas perusahaan pelaksana, sumber anggaran, nilai kontrak, pengawasan pekerjaan, serta langkah yang akan dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama pembangunan berlangsung.
Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik jembatan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan akses sementara agar warga dan pelajar tidak terus mengalami kesulitan.
Media MitraPolri akan terus melakukan penelusuran dan menyampaikan perkembangan informasi secara berimbang dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta hak jawab seluruh pihak terkait.
(Kontributor: Budi Santosa Banyumas)








